Lontaran massa korona

lontaran besar plasma dan medan magnet dari korona matahari Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Lontaran massa korona

Lontaran massa korona (bahasa Inggris: coronal mass ejection, disingkat CME) adalah lontaran besar plasma beserta medan magnet dari korona matahari. Mereka biasa mengikuti semburan matahari dan juga biasa muncul ketika erupsi tonjolan matahari. Plasma tersebut dilontarkan ke dalam angin surya dan dapat diamati dengan pencitraan koronagraf.[1][2][3]

Video ini menampilkan aliran partikel di sekitar Bumi ketika lontaran massa korona menabraknya.

Lontaran massa korona sering dikaitkan dengan aktivitas matahari lainnya. Namun, belum ada teori yang diterima secara umum tentang hubungan di antara mereka. Lontaran tersebut paling sering berasal dari wilayah aktif pada permukaan matahari, misalnya bintik-bintik matahari yang bergerombol.

Gangguan geomagnetik terbesar, kemungkinan disebabkan oleh lontaran yang menabrak magnetosfer Bumi, adalah badai matahari 1859 (Peristiwa Carrington). Peristiwa ini mematikan jaringan telegraf AS, membuat kebakaran, dan menyetrum beberapa operator telegraf.[4]

Deskripsi

Thumb
Busur-busur terbit di atas wilayah aktif permukaan Matahari.

Lontaran massa korona melepaskan materi dan radiasi elektromagnetik dalam jumlah besar ke ruang angkasa di atas permukaan Matahari, yaitu dekat korona (biasa disebut tonjolan matahari), jauh hingga sistem keplanetan, atau bahkan lebih jauh lagi. Materi yang dilontarkan adalah plasma termagnetisasi yang terdiri dari elektron dan proton. Meski semburan matahari sangat cepat (dibatasi oleh kecepatan cahaya), lontaran massa korona cukup lambat dan berkembang pada kecepatan Alfvén.[5]

Dampaknya terhadap Bumi

Thumb
Foto satelit Aurora Borealis yang melintasi Québec dan Ontario pada waktu subuh 8 Oktober 2012

Ketika lontaran tersebut mengarah ke Bumi dan berupa lontaran antarsistem keplanetan, gelombang kejut lontaran massa menyebabkan badai geomagnetik yang dapat mengganggu magnetosfer Bumi, yaitu memampatkan pada sisi siang (menghadap Matahari) dan memperpanjang ujung sisi malam (menjauhi Matahari). Ketika magnetosfer tersambung kembali pada sisi malam, ia melepaskan daya besar dalam skala terawatt yang kemudian diarahkan kembali ke atmosfer Bumi bagian atas.

Lontaran massa korona, bersama semburan matahari lainnya, dapat mengganggu transmisi radio serta merusak satelit dan transmisi tenaga listrik. Hal tersebut dapat menyebabkan pemadaman listrik massal yang berlangsung dalam waktu yang lama.[6][4]

Sifat fisis

Lontaran massa korona biasa memiliki salah satu atau lebih sifat berikut: sebuah rongga elektron (berkepadatan rendah), sebuah inti padat (tonjolan matahari yang tampak pada citra koronagraf sebagai daerah terang yang tertanam dalam rongga ini), dan tepi yang terang.

Risiko pada masa depan

Peluang Bumi terkena badai sekelas Carrington antara tahun 2012 dan 2022 adalah 12%.[7][8]

Lontaran massa korona pada bintang lain

Terdapat beberapa lontaran massa korona yang diamati pada bintang lain. Hingga 2016, peristiwa ini hanya ditemukan pada katai merah.[9] Penemuan tersebut dilakukan dengan spektroskopi.[10] Jika dibandingkan dengan Matahari, peristiwa ini jarang ditemui pada bintang lain.[10][11]

Rujukan

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikiwand - on

Seamless Wikipedia browsing. On steroids.