Raden Adipati Aria Martanagara, atau Marta Negara, (9 Februari 1845  2 September 1926 ) adalah seorang Bupati kesepuluh Kabupaten Bandung. Ia adalah menak dari Sumedang yang merupakan anak dari Bupati R.A. Kusumahdilaga dan Raden Tejamirah.

Fakta Singkat R.A.A., Bupati Bandung ke-10 ...
R.A.A.
Martanagara
Bupati Bandung ke-10
Masa jabatan
7 Juni 1893[1]
(Sumpah jabatan pada 15 Juli 1893)[2]  14 Oktober 1918[3]
Sebelum
Pendahulu
Raden Adipati Kusumahdilaga
Pengganti
R.A.A. Wiranatakusumah V
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1845-02-09)9 Februari 1845[2]
Sumedang
Meninggal2 September 1926(1926-09-02) (umur 81)
Burujul, Pasanggrahan, Sumedang Selatan, Sumedang[4]
MakamKomplek Pemakaman Gunung Puyuh
Sukajaya, Sumedang Selatan, Sumedang
6.8633911°S 107.9177567°E / -6.8633911; 107.9177567
Suami/istri
  • R. Ratnainten (menikah 1865, wafat Januari 1871[5])
  • Raden Ajeng Sangkaningrat (menikah 1872, wafat 1887)
  • Nyai Raden Rajaningrat (1888-1926)[6]
AnakDengan R. Ratnainten:
Aom Pahrussuhada (1868 - Desember 1870)[5]
Orang tua
  • Raden Kusumayuda
  • Raden Ayu Tejamirah
Kerabat
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini
Tutup

Kehidupan awal

Martanagara merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Adapun keempat kakaknya sudah meninggal lebih dulu ketika keempatnya masih belum berusia dua tahun. Pada usia balita, Martanagara dirawat oleh pamannya, R. Adipati Surianagara dan disunat di pendopo Kabupaten Sumedang.[7]

Pada akhir tahun 1857, Ia sempat tinggal di rumah Raden Saleh untuk sekolah dan sempat pindah sekolah ke Semarang. Di tahun 1859, ia kembali ke Batavia.[8]

Karier politik

Sebelum dan pada masa jabatannya sebagai Bupati Bandung, Ia memimpin sejumlah proyek pembangunan sejumlah infrastruktur. Proyek pertama yang ia pimpin adalah pembangunan jembatan Bayabang semi-permanen yang terbuat dari bambu yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat di tahun 1890.[9] Pembangunan jembatan permanen ini dilanjutkan oleh Wiranatakusumah V sebagai Bupati Cianjur di tahun 1917 dan selesai sesudah Martanagara wafat atau beberapa waktu sesudah September 1926. Namun, jembatan ini hilang karena Bayabang sudah terendam Waduk Cirata.[2]

Sebelum menjadi Bupati Bandung, Martanagara pernah menjadi Patih untuk Afdeeling Mangunreja di tahun 1883 berdasarkan Besluit №18 per tanggal 29 April 1883.[10]

Martanegara mula-mula diminta oleh Asisten Residen Mangunreja yang bernama Revenswal pada bulan Mei 1893. Revenswaal meminta Martanagara menjadi Bupati Bandung untuk menggantikan R.A. Kusumahdilaga yang wafat pada bulan April yang lalu.[10]

Ia menyetujui proposal pembangunan sekolah khusus perempuan yang diajukan oleh Raden Dewi Sartika, yang kemudian berdiri pada 16 Januari 1904.[11]

Gelar

  • Martanagara, 9 Februari 1845
  • Raden Martanagara
  • Raden Aria Martanagara, mulai dari 12 Februari 1892[10]

Karya

Otobiografi

  • (Sunda) Babad Raden Adipati Aria Martanagara, Bandung: Aurora, Oktober 1923, dalam huruf latin[12]

Referensi

Wikiwand in your browser!

Seamless Wikipedia browsing. On steroids.

Every time you click a link to Wikipedia, Wiktionary or Wikiquote in your browser's search results, it will show the modern Wikiwand interface.

Wikiwand extension is a five stars, simple, with minimum permission required to keep your browsing private, safe and transparent.